Mahakam Investment Forum 2026, Rudy Mas’ud Tawarkan 11 Proyek Investasi di Kaltim

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menjelaskan peluang-peluang investasi di Kaltim pada Mahakam Investment Forum 2026 di Kertanegara Ballroom Hotel Fugo Samarinda, Rabu 21 Oktober 2026.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menawarkan 11 proyek investasi kepada para investor dalam dan luar negeri di Mahakam Investment Forum (MIF) 2026. Ini agenda yang digagas Pemprov Kaltim, Bank Indonesia, dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Apa saja proyek yang ditawarkan itu?

reviewsatu.com – KAWASAN Teluk Balikpapan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy memiliki peluang bisnis menjanjikan. Dua kawasan tesebut ditawarkan kepada investor yang menghadiri Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 di Kertanegara Ballroom Hotel Fugo Samarinda, Rabu 21 Oktober 2026.

Kedua kawasan tersebut dinilai memiliki peluang pengembangan industri, perdagangan, energi, hingga transportasi logistik yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Forum ini digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia, dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Hadir pada MIF 2026 ini sejumlah duta besar, delegasi dagang negara sahabat, pemerintah kabupaten dan kota, pemilik proyek, serta mitra usaha potensial.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyebut Balikpapan memiliki posisi strategis untuk dikembangkan sebagai pusat investasi. Terutama karena didukung infrastruktur industri, pelabuhan, dan kedekatannya dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Balikpapan sangat-sangat potensial. Balikpapan seperti Singapuranya Indonesia,” kata Rudy.

Menurut Rudy, salah satu keunggulan Balikpapan adalah keberadaan fasilitas pengolahan minyak atau kilang dengan kapasitas mencapai 360.000 barel per hari. 

Kawasan tersebut juga memiliki Teluk Balikpapan dengan kedalaman yang mendukung aktivitas kapal angkutan berkapasitas besar hingga 100.000 ton.

Selain itu, Teluk Balikpapan telah memiliki pelabuhan laut internasional yang mendukung aktivitas perdagangan dan distribusi barang. 

Infrastruktur tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan kegiatan industri dan logistik yang terhubung dengan pasar domestik maupun internasional.

“Balikpapan juga sangat dekat dengan Ibu Kota Nusantara,” imbuhnya.

Rudy turut memaparkan keberadaan berbagai kegiatan industri di kawasan Balikpapan dan sekitarnya. 

Potensi tersebut meliputi pengolahan batu bara milik Bayan Group, pembangkit listrik swasta atau Independent Power Plant (IPP), industri hilirisasi nikel, hingga pengolahan kelapa sawit menjadi olein, minyak goreng, dan biodiesel.

KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan

Selain Balikpapan, Rudy mengarahkan perhatian investor ke wilayah Kutai Timur dan Bontang. 

Salah satu kawasan yang disorot adalah KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur, yang memiliki posisi strategis untuk pengembangan industri berbasis sumber daya alam.

Menurutnya, ketersediaan komoditas batu bara, kelapa sawit, hasil perkebunan, serta peluang manufaktur menjadi modal bagi pengembangan kawasan tersebut. 

Potensi itu diharapkan dapat menarik investasi yang memperluas kegiatan industri dan meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.

Sementara itu, Bontang dinilai memiliki peluang pengembangan industri pengolahan gas, soda ash, bisnis kondensat, serta sektor industri lainnya. 

Pemprov Kaltim berharap potensi di sejumlah kawasan tersebut dapat menarik minat investor untuk membangun usaha dan memperluas kegiatan ekonomi.

Rudy juga menyoroti peluang bisnis transportasi dan logistik yang dinilai sejalan dengan besarnya produksi komoditas Kaltim. 

Menurutnya, kebutuhan pengangkutan batu bara dan produk kelapa sawit membuka ruang investasi pada sektor transportasi laut.

“Produksi batu bara kita sekitar 360 juta metrik ton. Kira-kira perlu minimum 1.000 kapal. Belum lagi CPO yang rata-rata produksi lima juta ton per tahun,” bebernya.

Ekonomi Biru

Selain industri berbasis sumber daya alam, Rudy mendorong pengembangan ekonomi biru. Seperti perikanan tangkap, budidaya perikanan, wisata bahari, energi terbarukan berbasis laut, mitigasi iklim, serta transportasi dan logistik laut.

Ia menilai sektor perikanan Kaltim memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas, terutama melalui perbaikan rantai distribusi dan akses ekspor. 

Rudy menyebut kondisi pengiriman hasil perikanan dari Balikpapan yang masih harus melalui kota lain sebelum mencapai pasar internasional.

“Potensi perikanan kita sangat besar. Tapi sayang, ekspor ikan dari Balikpapan harus lewat Surabaya atau Jakarta dulu, sebelum ke Singapura,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, Rudy berharap MIF 2026 dapat menjadi ruang pertemuan antara pemilik proyek, calon investor, dan mitra usaha. 

Forum ini juga diharapkan membantu memperkenalkan peluang investasi Kaltim kepada pelaku usaha internasional.

Ia menyebut Kaltim memiliki sumber daya alam yang beragam, mulai dari batu bara, minyak dan gas bumi, kelapa sawit, pertanian, perkebunan, hingga perikanan.

Kehadiran IKN turut menjadi bagian dari potensi pengembangan ekonomi dan investasi di wilayah tersebut.

Realisasi Investasi di Kaltim 2025

Dari sisi realisasi, investasi Kaltim pada 2025 mencapai Rp87 triliun, meningkat dibandingkan Rp76 triliun pada 2024. Pemerintah provinsi menyebut capaian itu sebagai indikator minat investor terhadap peluang ekonomi di Kaltim.

Untuk memperkuat daya tarik investasi, Pemprov Kaltim berkomitmen memberikan kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA). 

Pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mendukung kelancaran pelaksanaan investasi.

“Selain kemudahan perizinan, kami juga menyiapkan dukungan insentif fiskal dan nonfiskal sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Rudy.

Dukungan yang disiapkan mencakup potensi keringanan pajak dan retribusi daerah, keringanan sewa lahan di KEK dan kawasan industri, serta penguatan infrastruktur pendukung. 

Pemprov Kaltim juga menyiapkan Roadmap Regional Investment Relations Unit (RIRU) Kaltim 2026–2028 untuk memperkuat arah promosi investasi. 

MIF 2026 turut menghadirkan 11 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang telah dikurasi RIRU Kaltim. 

Selain mempertemukan investor dengan pemilik proyek, forum ini memperkuat promosi ekspor melalui kegiatan business matching ekspor Kaltimpreneurs untuk memperluas akses pasar produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (*/ari/dwa)