Pemilihan Duta Bahasa Kaltim Kaltara 2023 Dibuka

Samarinda, reviewsatu.com – Pemilihan Duta Bahasa Kaltim Kaltara 2023 sudah dibuka. Pendaftarannya dibuka dari 6 Februari hingga 6 Maret 2023.

Ketua Panitia Pemilihan Duta Bahasa Kaltim Kaltara 2023 Pandu Pratama mengatakan tahapan selanjutnya adalah seleksi yang akan dilakukan secara daring pada Rabu (15/2/2023).

“Kita akan ambil 30 besar, 15 pria dan 15 wanita,” ungkapnya.

Nantinya 30 orang tersebut akan diberikan pembekalan yang dilakukan bertepatan dengan Bulan Ramadhan. Kemudian, kata Pandu, babak final akan dilakukan sekitar  pada 13 Mei 2023.

“Insyaallah kita akan adakan malam penganugerahan sekitar tanggal 13,” tuturnya.

Pemilihan Duta Bahasa Kaltim Kaltara 2023 ini dilakukan dengan cara daring dan kolektif bagi setiap kampus yang ingin mendaftarkan mahasiswanya.  Pandu menambahkan Pemenang I Duta Bahasa akan berlanjut ke pemilihan tingkat nasional. Dan akan masuk ke Ikatan Duta Bahasa dan menjadi mitra di Kantor Bahasa.

Pria yang mengenakan kacamata tersebut mengatakan Duta bahasa merupakan cerminan anak muda dalam pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa di Kaltim dan kaltara baik bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.

“Di kaltim ada 12 bahasa daerah di kaltara ada 10 daerah, ” ungkapnya.

Sayangnya antusias pendaftar pada setiap tahunnya sedikit kurang baik. Karena mereka setiap tahun masih kesulitan dalam mencari peserta. Salah satu alasannya adalah menurut Pandu karena terdapat beberapa persyaratan yang membuat calon peserta tidak percaya diri. Seperti, persyaratan bahasa daerah yang harus dikuasai. Padahal menurut Pandu, terkait kendala tersebut, peserta dapat mempelajarinya.

Dalam kesempatan tersebut hadir Sonya Soraya Ghazlina Pemenang II Duta Bahasa Kaltim Kaltara 2023. Wanita berkerudung cokelat ini mengikuti Pemilihan Duta Bahasa karena mengikuti seorang temannya yang saat itu menyabet gelar Pemenang II Duta Bahasa Kaltim Kaltara 2020. Melihat hal tersebut, dia tertarik untuk mendaftarkan diri pada ajang pemilihan 2021.

“Cuma karena pandemi dan ada sesuatu lain hal engga jadi. Jadi daftar di 2022,” ungkapnya.

Sonya mengatakan sebelumnya dia sudah mengetahui terkait syarat pemilihan Duta bahasa yaitu menguasai tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Daerah. Untuk bahasa daerah peserta diminta untuk menguasai minimal pasif. Dia pun memilih Bahasa Kutai dan mempelajarinya melalui buku ajar Sekolah Dasar.

Sonya juga bercerita pengalamannya saat melakukan sesi wawancara. Dimana ketika itu dia diminta untuk memperkenalkan diri menggunakan tiga bahasa tersebut.

“Saya pun mengatur strategi, di awal menggunakan Bahasa daerah, kemudian bahasa Indonesia dan ditutup menggunakan Bahasa Inggris,” ungkapnya mahasiswi semester enam di Fakultas ISIP Unnmul ini.

Berbeda dengan Sonya, Tiffanisia Ping, Pemenang I Duta Bahasa Kaltim Kaltara 2023 mengaku diminta dosennya untuk mengikuti pemilihan Duta bahasa ini. Sebelum menerima tawaran tersebut, dia mengaku sempat menolak karena merasa dirinya adalah seorang introvert yang tidak biasa tampil di khalayak ramai. Namun atas dasar hasil diskusi dengan kedua orang tuanya dia pun menyetujui permintaan dosennya tersebut.

“Saya berusaha mencoba melawan rasa ragu dalam diri saya untuk mengikuti pemilihan tersebut,” ungkap wanita berbaju hijau pada sore hari itu.

Wanita yang juga seorang mahasiswi di Universitas Mulawarman ini mengaku sempat tidak menyangka akan menjadi pemenang dalam pemilihan saat itu. (dey/boy)