Kiprah politik-pemerintahan Bani Mas’ud di Kalimantan Timur tampaknya semakin kuat untuk 5 tahun kedepan. Rahmad Mas’ud yang juga Wali Kota Balikpapan itu, terpilih kembali sebagai Ketua DPD Partai Golkar Balikpapan, tanpa perlawanan.
reviewsatu.com – DALAM Musywarah Daerah (Musda) XI DPD Golkar Balikpapan di Royal Mahligai Grand City, Kamis lalu, 26 Februari 2026, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud kembali terpilih sebagai ketua pertai berlambang pohon beringin itu untuk kali kesekian.
Mulai sedari awal, Ketua SC Musda Golkar Balikpapan, Andi Arif Agung sudah menyampaikan bahwa Rahmat adalah calon unggulan untuk memimpin partai kuning tersebut. Bukan tanpa sebab, Rahmad dianggap berhasil membawa Golkar tambah berjaya.
Pada pemilu terakhir, Golkar Balikpapan mampu menaikkan jumlah kursinya menjadi 16 kursi di DPRD Balikpapan.
Kendati demikian, panitia Musda membuka ruang bagi kandidat lain yang ingin bersaing dengan Rahmad. Namun hingga pelaksanaan Musda, Rahmad masih mendominasi aspirasi suara hingga terpilih secara aklamasi.
Terpilihnya kembali Rahmad mengkuhkan posisi Bani Mas’ud dalam politik-pemerintahan di Kaltim ke depannya. Apalagi Balikpapan menjadi salah satu kota utama di provinsi ini, selain Samarinda dan Kukar.
Ditambah lagi, Rudy Mas’ud masih menduduki ketua Golkar Kaltim hingga beberapa tahun mendatang.
Hingga saat ini, Golkar Kaltim adalah partai terbesar pertama peraih kursi legislatif. Sang kakak, Hasanuddin Mas’ud pun menjabat sebagai ketua DPRD Kaltim.
Posisi Rudy Mas’ud sebagai Gubernur Kaltim dan Hasanuddin Mas’ud (Hamas) sebagai ketua DPRD-nya, tentu mengukuhkan posisi politik Bani Mas’ud. Pun, Hamas kini masih menjabat Ketua DPD Golkar Kutai Kartanegara (Kukar).
Dua kota penyangga utama sudah dipegang. Tinggal apakah Hamas mampu mengembalikan Golkar Kukar dari dominasi merah.
TARGET KUASAI 50 PERSEN
Tak lama setelah palu diketok, menandai Rahmad memimpin kembali Golkar Balikpapan, target perolehan kursi legislatif langsung dinaikkan. Yakni 50 persen kemenangan di setiap kontestasi politik.
“Sudah ditargetkan 50 persen. Untuk mencapainya harus konsolidasi, kerja keras, terlibat dan terlihat. Bukan terlibat tapi tak terlihat,” tegas Rahmad.
Target itu bukan tanpa konteks. Dalam 2 periode terakhir, Golkar Balikpapan menguat di legislatif dan tetap menjadi kekuatan dominan di kota ini.
Ia memastikan struktur kepengurusan akan segera disusun ulang. Evaluasi dilakukan berbasis kinerja. “Kader yang produktif kita pertahankan. Yang tidak produktif kita evaluasi,” ujarnya.
Rahmad menegaskan, tugas DPD bukan sekadar menjaga kursi, tetapi memastikan kemenangan di setiap puncak perpolitikan yaitu legislatif, kepala daerah, hingga pemilihan presiden.
Musda XI juga mengesahkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya dan menetapkan formatur penyusun struktur baru.
Forum tersebut merupakan agenda 5 tahunan partai di tingkat kota. Dengan aklamasi itu, Rahmad memperpanjang dominasinya di Golkar Balikpapan, sekaligus menaikkan standar kemenangan untuk periode berikutnya. (*/sls/dwa)










