Samarinda, reviewsatu.com – Sisi inlet hingga outlet terowongan Samarinda longsor. DPRD bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda pun melakukan tinjauan lapangan.
Kepala Dinas (KADIS) PUPR Samarinda, Desy Damayanti, menjelaskan sudah memanggil pelaksana proyek, konsultan, serta manajemen konstruksi (MK) untuk menangani kondisi tersebut.
Proyek ini sendiri dikerjakan oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PTPP).
Desy menjelaskan pula solusi penanganan longsor. Seperti penambahan panjang ruang, hingga perubahan struktur dinding yang lebih landai.
Itu semua dilakukan untuk memastikan keamanan jangka panjang.
Dia menargetkan proyek ini rampung pada November 2025.
“Secara struktur utama, badan terowongan sudah tidak ada masalah. Penanganan lanjutan hanya difokuskan pada inlet dan outlet. Setelah itu baru dilakukan beautifikasi (memercantik,red.) terhadap area yang terpotong saat pekerjaan berlangsung,” jelas Desy.
Dia juga menyampaikan bahwa proses pembebasan lahan menjadi salah satu kendala.
Terutama karena perbedaan kecepatan dalam penilaian tanah dan bangunan milik warga.
Namun, saat ini sudah tidak ada lagi rumah yang dihuni di area terdampak langsung proyek.
“Empat rumah terakhir sudah dibebaskan. Hambatannya dulu di proses penilaian tanah, yang lebih kompleks dibanding bangunan. Tapi sekarang sudah tidak ada warga yang tinggal di sana,” pungkasnya.
Sebagai informasi, DPRD Samarinda berencana memanggil kembali pihak kontraktor pekan depan untuk meminta penjelasan teknis dan perencanaan menyeluruh.
Termasuk soal gradasi dan aspek teknis lainnya, agar kejadian longsor tidak terulang. (rahmat)










