PENAJAM PASER UTARA – Kepala daerah saat ini menghadapi tantangan dalam melaksanakan program. Imbas terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD.
Sehingga rasionalisasi anggaran harus dilakukan dengan maksimal ditengah kebijakan efisiensi.
Seperti diutarakan Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, yang ingin sejak awal dilantik “berlari kencang” merealisasikan janji politiknya.
Namun, nampaknya visi-misinya bersama Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin juga kembali harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Sehingga, nantinya akan dilaksanakan secara bertahap atau kontinyu.
“Saya sih penginnya sudah bisa berjalan beberapa program. Cuma kami saat ini masih (kendala) terkait persoalan anggaran,” ucap Mudyat Noor, Senin (14/4/2025).
Dengan adanya efisiensi anggaran diharapkan alokasi anggaran khususnya bersumber dari APBD Kabupaten PPU dapat dimanfaatkan lebih optimal perihal penggunaan dana.
Dimana mengurangi pengurangan atau melakukan pemangkasan untuk kegiatan yang tak terlalu mendesak.
“Proses RPJMD (Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) juga belum selesai. Kita masih melakukan penyesuaian antara RPJMD dengan visi-misi yang kami buat,” ungkap Mudyat.
Tanpa mengesampingkan visi-misi dan adanya efisiensi anggaran, Mudyat Noor menyebut terdapat tiga program dasar yang jadi prioritas. Yakni sektor pendidikan, kesehatan dan ketahanan pangan. (adv/nos/r1)











