PENAJAM PASER UTARA – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terpaksa memulangkan puluhan orang terlantar ke daerah asalnya.
Mereka adalah pendatang yang ingin mengadu nasib di Kabupaten PPU. Magnet IKN memang menjadi daya tarik pendatang mengadu peruntungan. Namun tak jarang, mereka yang mengadu nasib menemui kondisi yang tidak jelas selama berada di Benuo Taka.
“Pada 2024 lalu ada 40 orang terlantar yang dipulangkan,” ucap Kepala Dinsos Kabupaten PPU, Saidin, Kamis (3/4/2025).
Sebelumnya, orang terlantar yang didata Dinsos PPU ditampung sementara waktu di rumah singgah. Di sisi lain, pihak Dinsos mencari tahu keberadaan keluarga, kerabat atau dari mana daerah asalnya.
“Sembari kami mencari tahu asal usulnya, jika sudah mendapatkan informasi keluarganya maka kami serahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.
Dikatakannya bahwa penampungan di rumah singgah hanya bersifat sementara, tentunya telah ditetapkan batas waktunya.
“Kalau orang terlantar dari luar daerah kami pulangkan ke wilayah asalnya. Paling lama berada di rumah singgah itu tujuh hari,” terang Saidin.
Perihal rumah singgah untuk menampung orang terlantar ini, Dinsos PPU masih menyewa. Kabar baiknya, pada tahun ini, rumah singgah sementara Dinsos PPU akan dibangun permanen di lokasi yang strategis. Hal ini dilakukan agar pelayanan dalam hal penanganan dapat dilakukan lebih baik lagi.
Untuk diketahui, pagu anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan rumah singgah sebesar Rp600 juta, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten PPU 2025.
Rumah singgah berukuran 9×7 meter tersebut akan dibangun di Kilometer 4, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam.
Rumah singgah itu bakal digunakan untuk menampung orang terlantar, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
“Kalau untuk waktu pengerjaannya kami masih menunggu kapan proses tender lelang proyek dimulai,” tutup Saidin. (adv/nos/r1)











