PENAJAM, REVIEWSATU – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menghadirkan Pasar Digital. Sebuah tempat nongkrong baru kekinian menyasar generasi muda.
Lokasinya, tepat sisi kiri arah masuk atau depan studio Nge Live Yuk Pasar Induk Penajam, Kelurahan Nenang. Belasan stan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berdiri menjajakan camilan maupun minuman yang kekinian.
“Segmennya ini pemuda-pemudi atau Gen Z jadi kami prioritaskan kuliner tongkrongan seperti di kafe,” kata Kepala Dinas KUKM Perindag Kabupaten PPU, Margono Hadi Susanto, usai soft opening Pasar Digital, Rabu (13/11/2024).
Dikatakannya, tahap percobaan masih dilakukan sebagai perkenalan kepada penghobi nongkrong. Nantinya, secara bertahap terdapat ruang untuk live music, nonton bareng hingga menggelar berbagai turnamen, seperti gim e-Sport yang banyak digandrungi kawula muda di PPU.
“Begitupun jumlah pelaku UMKM akan bertambah. Kalau yang di alun-alun konsepnya keluarga, sedangan di Pasar Digital menyasar generasi Z,” jelasnya. Untuk Pasar Digital buka setiap hari, mulai pukul 16.00 sampai 22.00 Wita. Sementara pada akhir pekan lebih lama, yakni hingga pukul 23.00 Wita.
Sesuai namanya, segala bentuk transaksi pembayarannya hanya melayani non tunai dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). “Kami ingin mengenalkan cara-cara digital dalam transaksi pembayaran kepada setiap aspek UMKM dan umumnya masyarakat,” terang Margono.
Selain itu, dipilihnya lokasi tepat depan studio Nge Live Yuk agar semakin banyak mengetahui strategi penjualan dengan siaran langsung. Sehingga menjadi pemicu bagi pelaku UMKM untuk dapat melakukan hal serupa. Apalagi era gempuran internet saat ini semuanya serba cepat dan efisiensi waktu.
“Studio Nge Live Yuk itu bisa dikatakan sebagai embrio saja, tapi pada dasarnya kami ingin mengenalkan digitalisasi marketing. Dengan adanya pasar digital tongkrongan anak muda secara langsung banyak yang mengetahui,” tutur Margono.
Sementara, salah seorang penjual, Alfan, mengaku hari pertama dibuka pembeli cukup ramai. Meski saat ini hanya 15 stan UMKM, namun dirinya yakin secara perlahan bakal bertambah seiring dengan terobosan yang dilakukan oleh instansi terkait, apalagi dengan menggelar turnamen gim.
“Saya melihat animo masyarakat cukup ramai. Jika berjualan di alun-alun hanya sekali dalam sepekan, kalau di pasar digital buka setiap hari. Semoga kedepannya banyak lagi pelaku UMKM bergabung,” jelas Alfan. (adv/nos/one)











