PENAJAM, REVIEWSATU – Stok blanko elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Kabupaten Penajam Paser Utara berlimpah hingga ribuan lembar.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengonfirmasi ketersediaan blanko ini.
Dengan banyaknya blanko, dipastikan cukup untuk persiapan perekaman e-KTP jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November mendatang.
Sekretaris Disdukcapil Kabupaten PPU, Mawar, menyebut, tak perlu risau atau khawatir dengan stok blanko selama 2024.
“Stok blanko KTP elektronik di Kabupaten Penajam Paser Utara ada sekira 10 ribu, jadi saat ini sangat aman untuk ketersediannya,” kata Mawar, Minggu (13/10/2024).
Kepastian stok blanko hampir 10 ribu didasari pada saat ajang puncak Acara Festival Harmoni Budaya Nusantara (FHBN) 2024, di alun-alun Kecamatan Penajam yang dihelat selama tiga hari, pekan lalu.
Dia mengatakan, kegiatan yang diprakarsai Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dimana melibatkan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil.
“Saat itu yang dibawa ada 4 ribu lembar blanko e-KTP. Tapi hanya terpakai 200 lembar,” jelas Mawar.
Adapun sisanya dari 4 ribu lembar yakni 3,8 ribu blanko diserahkan ke Disdukcapil Kabupaten PPU untuk stok dalam mengakomodasi perekaman e-KTP di Benuo Taka.
Mawar memprediksi stok blank yang hampir 10 ribu bakal bertahan hingga sepuluh bulan ke depan. Pasalnya, dalam 1 bulan yang melakukan perekaman e-KTP Disdukcapil mencatat hanya ribuan blanko yang tercetak.
“Dengan stok blanko ini bisa bertahan hingga pertengahan (medio) 2025. Dikarenakan dalam satu bulan yang melakukan perekaman kartu identitas hanya kisaran 1.200 sampai 1.500 orang,” terang dia.
Hanya saja untuk rinciannya dia tak mengetahui secara pasti. Namun, kata Mawar paling banyak melakukan kepengurusan yakni warga yang melakukan cetak ulang KTP.
Seperti kartu identitasnya hilang, rusak, berganti status, sementara selebihnya perekaman baru baru, baik itu masyarakat pendatang di Kabupaten PPU atau remaja berusia 17 tahun.
“Kami enggak ada menghitung secara persentase, berapa yang cetak ulang karena hilang, rusak, ganti status ataupun pengurusan baru. Pokoknya dalam sebulan bisa 1.200 sampai 1.500 e-KTP yang tercetak,” jelas Mawar.
Sementara itu, jelang Pilkada 2024 dijelaskan dia sebanyak 1.421 pemilih pemula di Kabupaten PPU yang pada 27 November nanti berusia 17 tahun, terkonfirmasi belum melakukan perekaman e-KTP.
Hal ini pun membuat Disdukcapil berkeliling ke sekolah-sekolah untuk dilakukan perekaman e-KTP. “Ya kami jemput bola ke sekolah, khususnya tingkat SMA sederajat. Kami juga meminta masyarakat yang mau melakukan pengurusan KTP silakan datang langsung ke Disdukcapil, stok blanko aman dan banyak,” pungkas Mawar. (adv/one)











