Gubernur Kaltim Tantang Pemkab PPU Susun Konsep Agar Bankeu Bertambah

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud usai membuka Ramadan Fest di PPU. (ist)

PENAJAM PASER UTARA – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) memiliki konsep yang dapat ditawarkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur.

Tentu saja yang dimaksud upaya yang akan dilakukan untuk membangun Kabupaten PPU lebih baik ke depan, terlebih dengan keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pasalnya, dengan konsep yang benar-benar terencana tak menutup kemungkinan nilai bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltim bakal bertambah.

“Konsepnya apa, bagaimana yang ditawarkan agar Pemprov Kaltim bisa memutarbalikkan (Bankeu)  Samarinda hampir Rp1 triliun, menjadi PPU yang menjadi Rp1 triliun,” kata Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, Kamis (13/3/2025).

Keberadaan IKN Nusantara menjadi keuntungan bagi Benuo Taka. Katanya, bukan hanya sekadar gerbang ibu kota, namun ke depannya menjadi kota maju dengan perkembangan yang begitu pesat.

“Karena di sini IKN. Wajah Indonesia ada di PPU. Maka sudah sepantasnya dan selayaknya bisa segera berakselerasi,” sebutnya di sela Ramadan Fest yang dirangkai HUT ke-23 Kabupaten PPU di Kawasan Islamic Center, Kecamatan Penajam.

Rudy menyadari, banyak kekurangan dari daerah yang memiliki 4 kecamatan itu. Ia menegaskan, Pemprov Kaltim siap mendukung penuh untuk proses percepatan pembangunan di Kabupaten PPU.

Ia memahami “asupan” yang dimaksud Mudyat Noor yakni terkait dukungan anggaran, sebab APBD Kabupaten PPU tergolong rendah dibandingkan dengan daerah kabupaten/kota di Kaltim. “Asupan yang disampaikan, kami sangat memahami, kita siap berakselerasi. Namun perlu dipahami bagaimana konsepnya dalam membangun PPU,” tuturnya.

Meski APBD Kabupaten PPU urutan ke 9 terendah di Kaltim, namun Rudy optimistis di bawah kepemimpinan Mudyat bakal semakin maju, termasuk mampu mendongkrak capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Disampaikan APBD kecil, tapi jangan ragu Pak Bupati anda dipilih masyarakat PPU karena memiliki keyakinan mampu memajukan PPU,” sebut Rudy.
Dikatakannya, banyak potensi dapat dikembangkan untuk menjadi retribusi demi meningkatkan capaian PAD.

Seperti harga tanah kini telah mahal, khususnya wilayah yang berdekatan dengan IKN Nusantara. Selain itu, interkoneksi akses penghubung Jembatan Pulau Balang, serta hadirnya Bandara VVIP IKN Nusantara di Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam.

Ia menyebut banyak yang dapat dikembangkan atau dikerjasamakan sehingga nantinya menjadi kantong-kantong PAD Kabupaten PPU. “Dengan besik anda (bupati PPU) sebagai entrepreneur, maka jadikanlah bagaimana PAD yang kecil itu menjadi terbesar di Kaltim,” tutup Rudy. (adv/nos/R1)