Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Samarinda dan Balikpapan

Suasana penumpang Kapal KM Queen Soya Tujuan Pare Pare. (Rahmat)

Peminat mudik menggunakan kapal di Kaltim masih tinggi. Terdata puncak arus mudik di Pelabuhan Samarinda terjadi pada Minggu (15 Maret), sementara di Pelabuhan Semayang Balikpapan puncaknya diprediksi pada 18 Maret 2026. Ribuan penumpang diberangkatkan, apalagi ada program gratisnya. 

reviewsatu.comKANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Samarinda terjadi pada, Minggu 15 Maret 2026.

Sejumlah kapal penumpang datang dan berangkat dengan jumlah penumpang yang cukup tinggi sejak pagi.

Kasi Penjagaan, Patroli dan Penyidikan KSOP Samarinda, Sahrun Asis mengakui itu. “Pagi tadi ada kapal tiba yaitu KM Queen Soya dengan jumlah penumpang kurang lebih 350 orang,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Samarinda, Minggu 15 Maret 2026.

Tak lama berselang, kapal penumpang KM Prince Soya juga diberangkatkan dari Samarinda menuju Parepare dengan jumlah penumpang mencapai 1.697 orang.

Selain itu, Kapal Angkutan Lain Yaitu, kapal perintis KM Sabuk Nusantara juga baru saja sandar di pelabuhan dengan membawa sekitar 97 penumpang.

Menurut Sahrun, tingginya jumlah penumpang yang datang dan berangkat pada Minggu 15 Maret ini membuat pihaknya memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini terjadi lebih awal.

“Jadi dapat dipastikan kondisi arus mudik Lebaran tahun 2026 puncaknya hari ini,” katanya.

Meski demikian, ia menyebut masih ada beberapa jadwal keberangkatan kapal pada hari Selasa dan Rabu. Namun, jumlah penumpang diperkirakan tidak setinggi hari ini karena arus penumpang akan mulai terurai.

“Karena nanti di hari Selasa ada kapal KM Aditya yang berangkat, kemudian ada juga pelayanan dari Bontang dan Balikpapan, sehingga kemungkinan jumlah penumpang akan mulai menurun,” jelasnya.

KSOP Samarinda juga mempercepat jadwal keberangkatan salah satu kapal pada hari ini. Kapal yang semula dijadwalkan berangkat pukul 14.00 Wita dimajukan menjadi pukul 12.00 Wita, karena kapasitas penumpang telah terpenuhi sesuai sertifikat kapal.

“Kami percepat keberangkatan karena kapasitas yang diizinkan sudah terpenuhi. Daripada menunggu lebih lama, jadwal keberangkatan kami majukan,” ungkapnya.

KSOP memastikan seluruh proses keberangkatan tetap mengacu pada standar keselamatan pelayaran. Termasuk pengawasan terhadap kapasitas penumpang sesuai sertifikasi kapal.

PELABUHAN SEMAYANG

Sementara itu di Balikpapan, memasuki H-7 Lebaran 2026, ribuan calon pemudik memadati kawasan Pelabuhan Semayang sejak Sabtu (14/3/2026) dini hari.

Para pemudik terlihat menunggu giliran masuk ke dalam gedung terminal sebelum menjalani pemeriksaan keamanan dan menuju ruang tunggu keberangkatan kapal.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kepadatan kendaraan menuju pelabuhan juga terjadi sekitar pukul 05.00 Wita.

Antrean kendaraan bahkan mengular mulai dari depan Polsek Semayang di Jalan Yoes Soedarso, Balikpapan Barat. Sejumlah kendaraan yang mengantre didominasi mobil pribadi yang mengantar calon penumpang.

Beberapa truk kontainer tampak terparkir di bahu jalan sehingga membuat ruas jalan menuju pelabuhan semakin padat.

Di area depan terminal penumpang, ratusan pemudik terlihat membawa berbagai barang bawaan seperti koper, tas ransel, hingga karung berisi barang.

Mereka menunggu giliran masuk ke dalam terminal sebelum menjalani pemeriksaan X-ray dan menuju ruang tunggu keberangkatan kapal.

MUDIK GRATIS

Di tengah meningkatnya aktivitas pemudik tersebut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) bersama sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga melepas keberangkatan pemudik melalui program Mudik Gratis BUMN 2026 di Pelabuhan Semayang, Sabtu (14/3/2026) pagi.

Sebanyak 1.230 peserta mudik gratis diberangkatkan menuju Surabaya menggunakan KM Dorolonda. Program ini merupakan kolaborasi sejumlah BUMN, yakni PELNI, PLN, Telkomsel, dan Askrindo.

Kapal KM Dorolonda yang mengangkut para pemudik tersebut akhirnya berlayar dari Pelabuhan Semayang pada pukul 09.00 Wita. Kapal ini membawa penumpang program mudik gratis sekaligus penumpang reguler yang telah membeli tiket.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, mengatakan dari total 1.230 pemudik tersebut, sebanyak 445 tiket disediakan oleh PELNI.

Sementara PLN menyediakan 530 tiket gratis, Telkomsel menyediakan 200 tiket, dan Askrindo menyediakan 55 tiket.

“PELNI bersama BUMN yang mengoordinir acara mudik gratis seperti PLN, Askrindo, Telkomsel, dan PELNI telah memberangkatkan 1.230 penumpang gratis dari Balikpapan menuju Surabaya,” kata Anik.

Ia menjelaskan, program mudik gratis ini tidak hanya dilaksanakan di Balikpapan, tetapi juga di sejumlah titik lainnya di Indonesia.

Secara keseluruhan, PELNI menargetkan sebanyak 3.636 penumpang dapat diberangkatkan melalui program mudik gratis tahun ini.

“Nanti setelah arus balik kami juga sedang merencanakan dengan kementerian terkait untuk program balik mudik gratis, tetapi jumlahnya tidak sebanyak yang berangkat,” ujarnya.

Selain menyediakan tiket gratis, PELNI juga memberikan keringanan harga bagi penumpang reguler.

Pada periode mudik Lebaran tahun ini, tiket kapal mendapatkan diskon sebesar 30 persen sebagai bagian dari program stimulus pemerintah.

Menurut Anik, harga tiket rute Balikpapan–Surabaya yang sebelumnya berada di kisaran Rp530 ribu kini turun menjadi sekitar Rp379 ribu. “Ini stimulus yang diluncurkan pemerintah untuk membantu masyarakat supaya meringankan biaya perjalanan selama mudik Lebaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, minat masyarakat menggunakan transportasi laut saat musim mudik terus meningkat.

Pada periode normal, rata-rata jumlah penumpang rute Balikpapan–Surabaya berkisar antara 400 hingga 500 orang.

Namun pada periode puncak mudik, PELNI menyiapkan sekitar 700 tiket untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat. “Artinya minat masyarakat untuk naik kapal menuju kampung halamannya masih sangat luar biasa,” kata Anik.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan program mudik gratis yang diselenggarakan PLN telah berjalan selama tiga tahun terakhir dengan berkoordinasi bersama sejumlah BUMN.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Pendaftaran yang dibuka pada 25 Februari lalu bahkan langsung habis pada hari yang sama.

“Begitu kami buka pendaftaran tanggal 25 Februari, siang harinya langsung habis. Antusiasmenya luar biasa dan mudah-mudahan ini membantu masyarakat,” ujarnya.

Chaliq menyebutkan kuota pemudik yang difasilitasi PLN dari wilayah Kalimantan Timur tahun ini mencapai sekitar 550 orang.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 250 orang.

Jika pada tahun lalu PLN juga menyediakan moda transportasi bus dari Balikpapan menuju Banjarmasin, tahun ini seluruh peserta mudik diberangkatkan menggunakan kapal laut bekerja sama dengan PELNI dengan tujuan Balikpapan–Surabaya.

“Kalau tahun lalu ada bus dari Balikpapan ke Banjarmasin. Tahun ini sudah tidak ada, jadi semuanya menggunakan kapal laut bekerja sama dengan PELNI,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan para pemudik yang mengikuti program ini mendapatkan sejumlah fasilitas tambahan seperti selimut dan sandal yang telah termasuk dalam paket perjalanan.

“Untuk uang saku tidak ada, tetapi fasilitas tambahan seperti selimut dan sandal sudah kami siapkan,” katanya.

Terkait adanya informasi calon penumpang kategori bayi yang belum terkonfirmasi dalam daftar peserta, Chaliq mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan kembali.

“Karena yang didaftarkan itulah yang mendapatkan tiket. Yang tidak didaftarkan tentunya tidak mendapatkan tiket,” ujarnya.

Salah seorang pemudik, Selamet Nurul Insani, mengaku senang dapat mengikuti program mudik gratis tersebut bersama keluarganya. Ia mengatakan ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti program tersebut.

“Perasaannya bahagia. Sebelumnya belum pernah ikut program ini, baru pertama kali ini,” ujarnya.

Selamet mengaku sempat mengalami kendala saat proses mendapatkan tiket karena tingginya minat masyarakat yang ikut mendaftar program mudik gratis tersebut.

“Yang namanya mudik pasti ada nge-bug. Kekurangan pasti ada, tapi bahagia bisa dapat tiket mudik,” katanya.

Ia bersama tiga anggota keluarganya berangkat dari Samarinda menuju Surabaya. Selamet bahkan telah tiba di Pelabuhan Semayang sejak Jumat (13/3/2026) malam.

“Alhamdulillah programnya bagus, sangat membantu. Saya sempat menginap untuk menunggu keberangkatan kapal,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Cabang PELNI Balikpapan, Ridwan Mandaliko, menambahkan bahwa para peserta mudik gratis akan berlayar bersama penumpang reguler pada pelayaran yang sama.

“Total penumpang onboard KM Dorolonda hari ini sebanyak 2.512 orang. Para peserta mudik gratis berlayar bersama 1.282 penumpang lainnya,” ujarnya.

Ridwan juga memperkirakan puncak arus mudik dari Pelabuhan Semayang akan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan tujuan favorit menuju Surabaya dan Parepare. (*/mat/chn)