Sekda PPU Pesan Maknai MTQ Bukan sekadar Lomba

MTQ Penajam
Sekda Kabupaten PPU, Tohar, membuka MTQ ke-43 Kecamatan Penajam.

PENAJAM, REVIEWSATU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar berpesan untuk dapat memaknai Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), bukan hanya sekadar lomba yang rutin dilaksanakan.

Dimana MTQ meningkatkan akhlak setiap insan manusia. Itu dikatakannya saat membuka MTQ ke-XIX tingkat Kecamatan Sepaku, perhelatan dipusatkan dii Masjid Raudhatul Jannah, Desa Suko Mulyo, kecamatan Sepaku, Sabtu, (23/11/2024) pagi.

“Memaknai MTQ ini agar kiranya betapapun kecilnya hasil yang kita dapatkan yang bersifat imaterial ini bisa menyentuh apa yang kita harapkan,” kata Tohar.

MTQ yang dilaksanakan tersebut tidak semata-mata hanya menjadi wahana untuk berlatih dan berlomba membaca Alquran, tetapi hendaknya mampu menjadi jalan mengedukasi umat untuk semakin mencintai dan membumikan kitab suci umat Islam.

Ia menyampaikan pesan agar para peserta MTQ tidak hanya mengejar kemenangan. Akan tetapi lebih kepada upaya memupuk motivasi dan keinginan yang kuat untuk menguasai ilmu-ilmu keagamaan yang berkaitan dengan Al-Qur’an, baik melalui jalur pendidikan formal maupun informal.

“Semoga nilai-nilai silaturahmi dan kebersamaan yang tercipta antar kafilah di arena MTQ menjadi wahana untuk menumbuhkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan Tohar bahwa  salah satu program pembangunan bidang agama adalah peningkatan pemahaman dan pengembangan nilai keagamaan di masyarakat dan diantaranya adalah melalui kegiatan MTQ.

“Kegiatan ini merupakan pengembangan syiar Islam dan ikhtiar untuk mengagungkan kalam ilahi, untuk meneguhkan kesuciannya, memperkuat keimanan, dan memperluas fungsi edukatif daripada kitab suci Al-Qur’an bagi umat Islam,” kata Tohar.

Proses peningkatan pengetahuan ditegaskannya tidak boleh berhenti tapi terus berkelanjutan agar selalu relevan dengan perkembangan zaman. Untuk itu sambung dia, generasi juga dapat memahami setiap makna yang terkandung dalam Alquran.

“Dengan memahami makna yang terkandung dapat diimplementasikan dalam kehidupan keseharian,” pungkas Tohar. (adv/one)