Tak Mau Kalah Saing, Pemkab PPU Fasilitasi Pelaku UMKM Studio Live Streaming

UMKM
Kepala Dinas KUKM Perindag Kabupaten PPU, Margono Hadi Susanto. (ist)

PENAJAM, REVIEWSATU – Peranan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) amatlah penting dalam menyokong perputaran ekonomi di daerah.

Namun untuk keberlangsungannya dalam jangka panjang dan mengikuti perkembangan terkini, tentunya perlu keterlibatan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, salah satunya pemerintah daerah.

Peran dari pemerintah daerah tentunya memberikan fasilitas agar produk yang dijual pelaku usaha industri rumah tangga semakin dikenal dan laris.

Apalagi kini dengan merebaknya platform market place atau e-commerce yakni transaksi via sarana media elektronik, diharapkan dapat membaca peluang itu, karena pangsa pasarnya bakal semakin luas.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) telah memikirkan hal itu, bahkan terdapat program unggulan “Nge Live Yuk!’, yakni memanfaatkan digital untuk penjualan produk.

Kepala Dinas KUKM Perindag Kabupaten PPU, Margono Hadi Susanto mengatakan, nantinya pelaku usaha dapat menjual produknya melalui siaran langsung atau live streaming.

Bahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan meresmikan studio live  streaming yang dapat dimanfaatkan untuk berjualan dan berinteraksi dengan penonton atau konsumen secara online. “Kami tengah menyiapkan untuk adanya studio berjualan live streaming bagi pelaku UMKM,” ucap Margono, ditemui di Kantor Bupati Paser, Selasa (22/10/2024).

Lokasi untuk studio live streaming yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM yakni di Pasar Induk Penajam, Kilometer 4, Kelurahan Nenang. Katanya, konsepnya nanti dapat dimanfaatkan secara bergantian.

“Seperti sharing office yang bisa digunakan bersama. Launching Kamis (24/10) nanti  dan ada empat studio,” jelasnya.

Penjualan dengan digital dan memanfaatkan e-commerce atau media sosial memang telah sepatutnya dilakukan di Kabupaten PPU.

Katanya, apalagi dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan kedepannya banyak masyarakat yang datang, khususnya dari kota-kota besar di Indonesia.

“Harus juga menyesuaikan atau beradaptasi dengan kebiasaan orang kota, salah satunya penjualan dan pembayaran secara digital. Jangan sampai pelaku UMKM kita enggak melek digital,” tutup Margono. (adv/nos/one)