APBD Kukar 2024 Alami Defisit, Bupati Edi Pesan Tak Perlu Khawatir

Bupati Kukar Edi Damansyah.

Kukar, reviewsatu.com – APBD Kukar alami defisit anggaran yang cukup besar yaitu Rp 1,3 triliun untuk tahun 2024. Namun, Bupati Kukar Edi Damansyah menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir.

“Kami memperkirakan defisit pendapatan Kukar sebesar Rp 1,3 triliun. Namun, ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan,” ujar Bupati Edi.

Edi menegaskan bahwa APBD Kukar tahun ini yang telah disahkan mencapai angka Rp 12,6 triliun. Jika terjadi defisit, akan ada penyesuaian dalam belanja pemerintah. “Jika terjadi defisit, kami akan melakukan penyesuaian pada belanja pemerintah,” jelasnya.

Edi juga menyampaikan bahwa tidak akan ada pembahasan APBD Perubahan karena tidak adanya penambahan dana bagi hasil dari pemerintah pusat. “Kami akan membuat kebijakan khusus jika tidak ada APBD Perubahan di tahun 2024,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar, Bahari Joko Susilo, menyebutkan bahwa defisit Rp 1,3 triliun berasal dari kurangnya alokasi dana pemerintah pusat dalam APBD 2023, yang sudah tercatat dalam APBD 2024.

“Realisasi belanja Pemkab Kukar berdasarkan BPKAD adalah sekitar 85 persen dari APBD setiap tahun,” kata Joko.

Joko juga menambahkan bahwa mungkin tidak akan ada pembahasan APBD Perubahan 2024, karena data ekonomi makro seperti pendapatan dari sektor Migas dan batu bara belum diterima dari pemerintah pusat. “Sulit untuk mendapatkan penambahan dana dan membahas kegiatan melalui APBD Perubahan karena APBD murni sudah besar, yaitu Rp 12,6 triliun. Pendapatan Kukar sudah melebihi target,” terangnya. (adv)