Logistik Pemilu 2024 ke Tanjung Aru Didistribusikan via Moda Transportasi Laut

Pendistribusian logistik ke Desa Tanjung Aru via laut (ist)

Paser, reviewsatu.com– Distribusi logistik Pemilu 2024 untuk di Kabupaten Paser tak hanya dilakukan via darat. Namun juga dengan menggunakan moda transportasi laut.

Seperti pendistribusian ke Desa Tanjung Aru, Desa Labuangkallo dan Desa Selengot, Kecamatan Tanjung Harapan.

Secara geografis Desa Tanjung Aru berbatasan langsung dengan Selat Makassar. Jaraknya dengan Kepulauan Balabalagan, Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat diklaim sangat dekat.

Pendistribusian untuk ketiga desa itu melalui terminal Desa Lori. Durasi tempuh untuk ke Desa Tanjung Aru memakan waktu sekira 2 jam lebih via laut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser, Abdul Qayyim Rasyid mengatakan, logistik Pemilu yang telah sampai di PPK Kecamatan, selanjutnya akan didistribusikan ke PPS dan TPS masing-masing.

“Untuk didistribusikan ke TPS masing-masing oleh PPK dilakukan pada tanggal 12 sampai 13 Februari mendatang atau pelaksanaannya selama dua hari,” kata Qayyim, Senin (12/2/2024).

Dirinya mengharapkan selama pendistribusian logistik kondisi cuaca dapat mendukung lantaran terdapat beberapa wilayah yang medannya cukup sulit jika terjadi hujan.

“Untuk distribusi logistik ini, pengirimannya ada yang melalui jalur darat maupun jalur sungai, mudah-mudahan cuaca dapat mendukung,” jelasnya.

Katanya, terdapat beberapa wilayah yang memiliki medan yang cukup merepotkan jika terjadi hujan, di antaranya Kecamatan Muara Komam, Long Kali, Muara Samu dan Tanjung Harapan.

Seperti halnya pengiriman logistik ke PPK Tanjung Harapan yang harus menempuh jalur laut untuk pendistribusiannya.

“Logistik sudah harus sampai ke kantor kecamatan dulu baru didistribusikan ke TPS masing-masing, seperti Desa Selengot, Labuangkallo, dan Lori. Padahal saat pengiriman, petugas distribusi melintas di desa tersebut, ibaratnya harus kerja dua kali,” tuturnya.

Untuk diketahui, jika logistik telah sampai di PPK maka akan terlebih dahulu di barcode untuk mengetahui titik koordinat lokasinya.

“Kalau logistik langsung didrop ke desa-desa tanpa ke PPK dulu, maka akan terdeteksi tidak sampai dan bisa ditegur KPU karena datanya online,” tutup Qayyim.

Sekadar diketahui, untuk distribusi logistik yang dilakukan terdapat 4.230 kotak suara dan 3.384 bilik suara yang didistribusikan. (*/wal)