Usaha Kuliner Mendominasi Pameran AKI 2023 di Samarinda

AKI
Yuke Sri Rahayu (kiri) dan Nabilah Ayu (kanan) selaku mentor bersama salah satu peserta pameran AKI 2023 di Samarinda. (Salasmita/reviewsatu.com)

Samarinda, reviewsatu.com – Bidang kuliner mendominasi stand pameran Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) yang berlangsung hingga Minggu (25/6/2023) besok.

AKI sendiri merupakan program pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas dan pameran kepada seluruh pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dari sejumlah subsektor. Seperti kuliner, kriya, fesyen, aplikasi/gim, film dan musik. 

“Pameran ini didedikasikan untuk memberi kesempatan kepada pelaku ekonomi kreatif, berupa pelatihan yang menambah kapasitas mereka, agar produk mereka bisa dinikmati oleh peminat pasar dari dalam dan luar negeri,” ujar Yuke Sri Rahayu, Direktur kuliner, kriya, desain dan fesyen Kemenparekraf RI, Sabtu(24/6/2023).

Dari 16 kabupaten/kota tempat terselenggaranya AKI 2023, Samarinda merupakan salah satu yang terpilih. Beberapa tempat lainnya seperti Jakarta, Karawang, Sukabumi, Situbondo, Mojokerto, Kudus, Purwokerto, Batam, Bengkulu, Bangka, Palangkaraya, Kupang, Manado, Gorontalo dan Jayapura.

Dari masing-masing kota tersebut, satu produk kreatif terbaik dinilai oleh mentor AKI dan Kemenparekraf. Mereka yang beruntung akan diberikan kesempatan memamerkan produk di pekan puncak AKI 2023.

“Yang terbaik akan  ke Jakarta. Bulan September akan kita ajak berpameran bersama 16 terbaik lainnya di Indonesia,” tambah Yuke.

Di Samarinda, ada dua puluh pelaku ekonomi kreatif yang menjadi peserta pameran. Mulai dari subsektor kuliner, kriya, fesyen, aplikasi, film, hingga musik. Dari keenam subsektor tersebut, stand kuliner paling banyak menjadi peserta.

“Pesertanya berasal dari Samarinda dan sekitarnya, paling banyak dari subsektor kuliner,” sebut Fella, Koordinator Penanggung Jawab pameran.

Salah satu yang menjadi peserta dari subsektor kuliner adalah Wiwit Andriyanti. Dengan produk yang mengkreasikan bawang Dayak menjadi olahan sambal dan rabok. Wiwit sendiri mengaku sudah sering mengikuti pameran mewakili Kaltim.

“Kami sering mewakili provinsi Kaltim di Jakarta, termasuk produk yang khas dan kreatif banget dari Kemendagri. Terus itu di Surabaya juga masuk yang terbaik juara 2,” tutur perempuan yang memulai usahanya sejak pandemi ini. (asa/boy)

Reporter: Salasmita