UTAMA  

Penumpang Mudik di APT Pranoto Lebih Banyak Daripada Nataru

penumpang
Situasi di bandara APT Pranoto Samarinda. (bayong/dok)

Samarinda, reviewsatu.com – Jumlah penumpang pada arus mudik jelang lebaran diprediksi meningkat dibandingkan liburan tahun baru. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Teknik dan Operasi UPBU APT Pranoto Dwi Muji.

Berdasarkan data yang didapat, jumlah arus penerbangan rentang 1-11 April 2023 selama Ramadan sebanyak 17.466 penumpang. Muji menyebut hal tersebut lebih banyak jika dibandingkan dengan rentang waktu yang sama. Yaitu 11 hari saat liburan natal dan tahun baru pada 21 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023. Dimana pada saat itu terdapat 12.127 penumpang.

Tidak hanya itu, ia juga menerangkan jika jumlah penumpang yang berangkat lebih banyak dibandingkan penumpang yang datang. Dimana jumlah penumpang yang berangkat pada rentang 11 hari tersebut adalah 8.841 kursi penerbangan. Sebanyak 17.466 penumpang tersebut di antaranya paling banyak menggunakan maskapai dari Lion Group seperti Batik Air, Lion Air, dan Super Air Jet.
“Untuk saat ini, maskapai yang paling banyak digunakan penumpang pada arus penerbangan di Bandara APT Pranoto adalah maskapai penerbangan bertarif rendah atau disebut low cost airline,” ucapnya saat di konfirmasi melalui seluler, Rabu (12/4/2023).

Ia menerangkan terus meningkatkan pelayanan untuk menjaga keamanan penumpang baik dari Bandara sisi darat dan sisi udara. Dan pihaknya pun mempersiapkan Extra Flight jika terjadi peningkatan arus penumpang, dan selalu memeriksa berkala sarana dan prasarana bandara, serta adanya Rampcheck pesawat dari Otorisasi bandara selalu memenuhi standar penerbangan.
“Kami tetap mempersiapkan yang terbaik dari pelayanan bandara jelang arus mudik dan arus balik selama libur lebaran,” ungkapnya Dwi Muji.

Terakhir ia menyampaikan jika pihaknya menurunkan banyak personel. Seperti personel AVSEC sebanyak 94 orang, personel unit Petugas PKP PK sebanyak 20 0rang, dan aparat POLRI dan TNI untuk pengamanan.
“Untuk persyaratan khusus penumpang seperti PCR dan Swab sudah tidak diberlakukan lagi, yang belum dicabut hanya persyaratan yang harus vaksin booster,” pungkasnya. (dey/boy)