Ini Dia Enam Nama Calon Komisioner Bawaslu Kaltim

seleksi bawaslu

Samarinda, reviewsatu.com – Akhirnya enam nama calon komisioner Bawaslu Kaltim diserahkan ke Bawaslu RI. Mereka akan ikuti fit and proper test untuk dipersempit lagi menjadi tiga nama.

Keenam nama itu di antaranya: Hari Dermanto, Asman Azis, Wamustofa Hamzah, Danny Bunga, Daini Rahmat dan Galeh Akbar Tanjung.

 “Keenam lainnya mendapatkan nilai terendah sehingga dinyatakan tidak lulus,” ucap Ketua Tim Seleksi (Timsel) Komisioner Bawaslu RI Johans Kadir Putra saat konferens pers secara daring, Selasa (2/8/2022).

Ia menambahkan penilaian dalam tes wawancara tersebut mencakup tujuh hal. Di antaranya: pemahaman materi tentang pemilu, sistem hukum dan politik.

Kemudian integritas calon, kemampuan komunikasi, kualitas kepemimpinan dalam organisasi, pengetahuan muatan lokal, visi dan misi serta gagasan. Lalu pengalaman di bidang kepemiluan dan karya ilmiah tentang pemilu. Adapun persentase nilai dalam seleksi yaitu 40 persen untuk kesehatan dan 60 persen nilai wawancara.

Sayangnya nilai keenam calon tersebut tidak bisa diketahui. Lantaran menjadi kewenangan Bawaslu RI. Timsel kata Johans hanya melakukan proses seleksi, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Bawaslu RI. Setelah itu barulah hasilnya diberikan kembali kepada timsel.

“Itu kami peroleh dari Bawaslu RI. Kamj tidak punya kewenangan. Semua hasil diserahkan ke Bawaslu RI baru diberikan lagi ke timsel,” imbuhnya.

Semisal tes CAT, tertulis dan psikologi. Semua penilaian itu diberikan ke bawaslu RI. Termasuk wawancara. Menurut Johans, kewenangan timsel juga ada batasannya.

Johans juga membeber alasan lain calon yang tidak lulus. Katanya ada dua peserta yang mendapat tanggapan atau laporan dari masyarakat. Setelah menerima laporan tersebut, timsel melakukan klarifikasi. Hasil klarifikasi itu menjadi pertimbangan. Dan lagi-lagi diserahkan ke Bawaslu RI.

“Kami harap enam nama yang lolos ini juga dapatkan tanggapan masyarakat secara objektif dan bijak,” harapnya.

Sayangnya tidak ada keterwakilan perempuan yang lolos di tahapan ini. Anggota timsel Ida Farida menjelaskan sebagian besar karena tidak lolos tes kesehatan.

“Kesehatan meski nilainya 40 persen tetap berpengaruh terhadap hasil akhir. Nilainya sangat berpengaruh, sehingga urutannya alami pergesaran,” terang Ida.

Dengan kata lain, jika salah satu tes tidak lolos, maka akan menggugurkan penilaian di proses selanjutnya. (cyn)